Radiasi Pengion adalah gelombang elektromagnetik dan partikel bermuatan karena energi yang dimiliki mampu mengionisasi media yang dilaluinya. Energi yang dimaksud adalah tenaga nuklir, termasuk tenaga yang berasal dari sumber radiasi pengion. Zat-zat yang bisa memancarkan radiasi pengion disebut dengan zat radioaktif. Zat radioaktif dibagi menjadi ada yang alami dan ada yang buatan.

Di alam ini zat radioaktif yang paling terkenal adalah uranium. Radiasi utama dari uranium adalah sinat alfa. Zat ini adalah zat yang dipakai dalam reaktor nuklir, termasuk pemanfaatannya adalah untuk bahan bakar PLTN dan bom atom. Selain itu pemanfaatannya juga dapat untuk beragam hal lain termasuk dalam bidang pertanian dan untuk isotop radioaktif.

Radiasi Pengion juga berbahaya bagi manusia yaitu dapat menimbulkan kerusakan pada tingkat molekul, seluler ataupun jaringan atau organ. Untuk menghindari bahaya dari radiasi pengion dibutuhkan alat ukur untuk menghindari atau mengurangi bahaya dari radiasi tersebut. Alat ini digunakan untuk mengukur tingkat radiasi pengion yang diterima setiap orang yang sedang berada dimedan radiasi.

Radiasi nuklir tidak dapat dilihat dan dideteksi oleh panca indera manusia oleh karena itu untuk mengetahui adanya kualitas dan kuantitas radiasi digunakan alat ukur radiasi yaitu disebut dengan Dosimeter. Untuk lebih mengenal alat Dosimeter anda dapat membaca artikel berikut ini:

Pengertian Dosimeter

Dosimeter
Gambar alat ukur Dosimeter

Dosimeter adalah sebuah perangkat atau alat untuk mengukur paparan radiasi pengion dan mengukur tingkat radiasi pengion yang diterima setiap orang yang berada dimedan radiasi. Alat ukur Dosimeter sangat penting terutama digunakan untuk memperkirakan dosis radiasi yang disimpan pada individu yang memakai perangkat. Pekerja yang terpapar radiasi seperti radiografer, pekerja pembangkit listrik tenaga nuklir, dan Dokter yang memakai radioterapi.

Jenis Dosimeter

Dosimeter dibagi menjadi beberapa macam salah satunya adalah Dosimeter Personal. Dosimeter personal adalah sebuah alat portabel kecil untuk mengukur dan merekam dosis radiasi pengion yang diterima setiap pekerja radiasi yang sedang bekerja dimedan radiasi. Didalam Dosimeter juga dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

1.Dosimeter Saku

Digunakan mengukur dosis radiasi berdasarkan atau prinsip respons dari instrumen sebanding dengan energi radiasi yang diserap oleh instrumen tersebut.

2.Film Badge

Film Badge terdiri dari dua bagian yaitu detektor film dan holder. Detektor film dapat “menyimpan” dosis radiasi yang telah mengenainya atau telah mengenai secara akumulasi selama film belum diproses.

3.Thermoluminisence Dosemeter (TLD)

Dosimeter ini sangat menyerupai dosimeter film badge, hanya detektor yang digunakan adalah kristal anorganik thermoluminisensi.

Kegunaan Dosimeter

Dosimeter digunakan untuk mengukur paparan radiasi pengion dan tingkat radiasi pengion yang diterima setiap orang di medan radiasi. Seperti Orang yang pekerja pembangkit tanaga nuklir dibutuhkan alat ukur untuk mengukur paparan radiasi pengion yang diterima pada tubuh pekerja tersebut.

Dosimeter dapat dipakai untuk mendapatkan dosis seluruh tubuh dan ada juga jenis spesialis yang dapat dipakai pada jari-jari untuk mengukur iradiasi badan yang terokalisasi untuk kegiatan tertentu. Selain itu alat Dosimeter mempunyai dua kegunaan utama yaitu untuk perlindungan radiasi manusia dan untuk pengukuran dosis baik dalam proses medis ataupun industri.

Cara Kerja Dosimeter Saku

Cara kerja alat ukur Dosimeter biasanya berbeda-beda. Salah satunya adalah cara kerja dari alat ukur Dosimeter, seperti pada berikut ini :

1.Gas dalam bilik ionisasi pada dosimeter saku apabila terkena radiasi akan mengakibatkan ionisasi, sehingga terjadi ion-ion positif dan negatif dalam bilik ionisasi tersebut.

2.Ion-ion positif akan tertarik pada dinding dosimeter sedangkan ion negatif akan tertarik pada kutub dari alat elektroskop dan menetralkan atau menurunkan muatan yang ada sehingga daya tolak kedua lengan dari alat elektroskop akan semakin lemah dan berarti kedua lengan yang dapat bergerak bebas akan bergeser.

3.Pergeseran ini dalam skala pada dosimeter akan terlihat bergeser kearah angka maksimum.

4.Besarnya pergeseran pada skala dosimeter ini sebanding dengan muatan negatif yang tertarik ke kutub alat elektroskop atau dengan kata lain sebanding dengan energi radiasi yang diberikan pada proses ionisasi.

 

Iklan