Arus Listrik adalah sebuah aliran yang terjadi akibat jumlah muatan listrik yang mengalir dari suatu titik ke titik lainnya dalam satu rangkaian tiap satuan waktu. Tanpa adanya arus listrik atau Listrik masyarakat di Indonesia maupun di dunia tidak bisa untuk menyalakan lampu untuk menerangi rumah pada malam hari dan kebutuhan sehari – hari lainnya.

Oleh karena itu arus listrik atau listrik penting bagi masyarakat Indonesia. Tetapi belum semua masyarakat Indonesia belum mendapatkan arus listrik atau listrik seperti di daerah Papua, sebagian besar masyarakatnya belum mendapatkan arus atau listrik.

Pada umumnya aliran arus listrik akan mengikuti arah aliran muatan positif. Dengan kata lain aliran arus listrik muatan positif akan menuju aliran arus listrik muatan negatif. Satuan arus listrik dalam satuan Internasional yaitu A (ampere) yang dimana penulisan rumus arus listrik ditulis dalam simbol I (current). Dengan perkembangnya zaman terdapat alat yang dapat mengukur arus listrik.

Untuk dapat mengukur arus listrik kita dapat menggunakan alat yang bernama Clamps Meter. Selain itu Clamps Meter juga dapat mengukur tegangan listrik dan resistansi (tahanan) listrik. Untuk dapat mengetahui dan mengenal lebih lanjut tentang Clamps meter anda dapat membaca artikel berikut ini :

Pengertian Clamps Meter

Clamps meter

Clamps Meter adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus pada konduktor tanpa memutus kabel yang tersambung. Clamps meter juga mempunyai bagian yang berfungsi untuk mengukur arus listrik hanya dengan menjepit kabel yang tersambung. Alat ini hampir sama dengan multimeter. Hanya saja alat Clamps meter lebih praktis dalam penggunaannya dibandingkan dengan multimeter.

Prinsip Kerja Clamps Meter

Pada dasarnya Clamps meter menggunakan prisip induksi magnetik untuk menghasilkan pengukuran non kontak pada arus listrik. Arus listrik yang mengalir dikabel konduktor akan menghasilkan medan magnet. Sebuah tranformator yang terdapat pada Clamps meter akan merasakan fluktuasi medan magnet tersebut dan kemudian mengkonversikan menjadi nilai ampere (arus listrik) sehingga kita dapat membacanya dilayar Clamps meter.

Fungsi Clamps Meter

  1. Alat ini digunakan untuk mengukur arus listrik, tagangan listrik, dan resistansi (tahanan).
  2. Digunakan untuk mengecek koneksi antar arus pada kabel.
  3. Digunakan untuk mengukur kapasitor elektrolit.
  4. Dan juga alat ini dapat mengukur temperatur, induktansi, dan frekuensi.

Cara Menggunakan Clamps Meter

  1. Tentukan konduktor yang akan diukur dan usahakan alat tersebut tidak dialiri listrik terlebih dahulu agar menjamin keselamatan para pengguna clamps meter.
  2. Pilihlah fungsi dan jangkauan yang sesuai dan putarlah rotasi pada clamps meter untuk menentukan fungsi dan jangkauan yang sesuai. Selain itu konduktor listrik harus berada pada tegangan kurang lebih 600V.
  3. Jepitlah konduktor dan rahang penjepit pada clamps meter harus dibuka dan dijepitkan pada konduktor yang ada.
  4. Gunakan pemisah garis AC da sambungkan kabel atau jalur pemisah AC pada konduktor listrik dan sambungkan pada jalur pemisah AC. Dan yang telakhir jepitlah meteran pada garis pemisah AC untuk menetukan hasil pengukuran.
  5. Ukurlah tegangan dan aturlah meteran pada penjepit hingga membentuk “V” untuk membaca tegangan pada konduktor. Dan untuk hasil pengukuran akan terlihat pada layar alat Clamps meter.
Iklan